Pengalaman Menggunakan Box Motor Shad SH40 Trail

Saturday, August 14, 2021

Gak pernah terpikirkan sebelumnya untuk pake box motor di motor matic yang aku pakai untuk sehari-hari karena bagasi motorku aku pikir sudah cukup besar. Namun suatu hari ketika berkunjung ke tempat saudara di Purwokerto untuk beberapa hari dan membawa oleh-oleh dari sana dan beberapa barang pribadi yang harus dibawa, ternyata gak muat dan akhirnya waktu mau pulang, cari jaring motor dulu buat ngiket tas di jok belakang. Selain itu, aku sering bawa peralatan fotografi dan ketika jalan lumayan jauh, suhu di bagasi motor ini cukup bikin kamera anget, jadi akhirnya aku putuskan untuk coba pakai box motor, tepatnya jenis top box yang lazim digunakan. Karena kalau pakai side box juga motor jadi terlalu lebar, karena motor matic ku ini sudah cukup lebar.


Setelah cari-cari referensi, pilihan akhirnya jatuh ke box motor entry level Shad SH40 trial limited editon, dengan pertimbangan desain nya yang cukup elegan dan klop dengan warna dan desain sepeda motor ku serta harga yang aku pikir masih cukup wajar, dan box nya tidak telalu besar, sehingga pemandangan belakang dari spion kanan dan kiri tidak tertutup ukuran box. Meski sebenarnya untuk ukuran motorku, terlihat kecil dari beberapa sudut. Lebih cocok pake ukuran 42L – 50L keliatannya. tapi aku pikir cukuplah untuk box motor pertama ku. Kalau ada rejeki bisa beli yang lebih besar lagi. Tadinya banyak yang nyaranin beli Givi E43 tapi dah banyak yang pakai dan terlihat kurang singkron dengan desain motor ku, tapi selera itu ya. Mau beli box motor aksesoris resmi Yamaha pake indent seminggu dan harganya lebih mahal dengan ukuran yang sama 40L, ada juga yang 50L tapi menurutku kebesaran dan harganya kurang bersahabat. 


Sebelum membeli box motor, yang tidak kalah penting ternyata adalah membeli brecket penghubung antara motor dan box motor. Hanya ada beberapa pilihan brecket untuk motorku ini, dan rata-rata penjual box motor di kota-kota terdekat tempat tinggalku jarang yang ready stock, harus indent dulu atau ya beli secara online. Akhirnya pilihan jatuh ke bracket atau rear carrier original dari Yamaha yang aku indent selama 3 hari di bengkel resmi Yamaha langganan. Meski harga nya emang cukup bikin dompet tipis, tapi begitu barang datang dan dipasang, kualitas dan desain nya memang terasa jauh lebih bagus dari rear carrier atau brecket Givi, Shad, Kucay, maupun brecket compatible yang memang diperuntukan untuk motor matic ku ini. 



Setelah brecket terpasang, baru kemudian aku beli box motornya sekalian yang bisa pasangnya. Aku membeli dan pasang box motornya di salah satu toko spesialis box motor di Jogja yang sudah cukup terkenal, harga Shad SH40 Trail tahun lalu aku beli Rp. 1.090.000 sudah termasuk pemasangan, baut-baut bawaan dan tambahan, 2 anak kunci, serta baseplate medium SHAD. Pertimbangan kenapa pasang di Jogja karena waktu itu ada urusan di Jogja pas weekend, sekalian nyoba untuk dipakai jalan. Jadi bikin janji untuk pasang di sore hari setelah deal harganya. 



Box motor Shad SH40 Trail ini banyak yang menuliskan di materi promo nya bilang limited edition, tapi aku bingung limited nya dimana. Karena dari pengamatanku rata-rata penjual specialist box motor di tiap kota besar, kalau kita cek secara online di social media maupun online market placenya, rata-rata mereka punya stok minimal 1 pcs, gak perlu indent. Bahkan waktu touring ke arah Banyuwangi, cukup banyak sepeda motor yang menggunakan jenis box ini, meski gak sebanyak Givi E43 series, Givi E20, atau Kappa K39. Yang membuat Shad SH40 Trail ini terlihat istimewa adalah warna titanium silver pada bagian cover box atas dan aksen plastik glossy pada sekitaran logo SHAD di bagian depan box. Warna silvernya pun bukan bahan alumunium atau plat metal, hanya plastik dan sangat mudah tergores. Tidak cocok untuk yang seri naro barang di atas top box. 



Shad SH40 Trail ini merupakan salah satu seri dari Shad SH40 series. Terdapat beberapa varian dari seri ini, yaitu Shad SH40, Shad SH40 Trail, dan Shad SH40 Cargo. Ada juga backrest untuk box shad ini yang dijual terpisah. Tidak ada stop lamp pada box motor ini, namun ada aksesori stop lamp dijual terpisah yang bisa dipasang di baseplate nya. Shad SH40 Trail pada materi promonya sangat cocok digunakan pada Honda ADV 150 katanya. Tapi selama kita sreg dan cocok dengan motor kita, sah-sah aja dipakai seri lain. Sistem penguncian standar SHAD, bisa ngelock boxnya, dan bisa ngelock box ke baseplatenya. 



Aku pakai box ini sudah hampir setahun, sudah tak bawa jalan touring dari Jogja, Bali, Lombok, sekitar Jawa Tengah dan terakhir juga sudah menemani touring dari Solo ke Lampung. Pemakaian nya kadang seminggu atau dua minggu sekali. Buat bawa paketan jualan online ke ekspedisi, kadang buat bawa laundry an, dan kadang tak pake jalan-jalan ke daerah yang butuh durasi 2 – 3 jam perjalanan walau gak bawa banyak bawaan. Kalau pas lagi nginep di hotel, box motor tak lepas dan tak bawa ke kamar, jadi fungsinya jadi mirip koper, jadi box motor jadi sangat berfungsi waktu traveling pake motor. Memang setalah ada rear carrier dan top box, motor jadi makin berat, namun jadi lebih stabil dan nyaman ketika berjalan. Kalau gak lagi dipakai ya tak lepas dari brecket. Setelah hampir setahun pemakaian, warna box dari luar masih terlihat belum luntur, ada sedikit baret kecil karena pemakaian di bagian luar, namun baret bagian dalam mungkin yang cukup banyak. 



Permukaan box motor ini bagian dalam cukup mudah tergores, dan meninggalkan warna agak putih atau grey walau hanya terkena kotak kardus kecil atau bahan lain yang agak keras. Tapi mungkin karena barang bawaan ku sering banyak dan bermacam-macam untuk box berukuran 40L ini. Tapi mungkin semua  box motor plastic yang memang kayak gitu ya. Tapi namanya barang dibeli karena fungsinya emang buat dipake sebaik mungkin kan. Kalau pas jalan abis ujan-ujan an, sekarang kadang agak gak lancar buka box nya, harus pelan-pelan. Mungkin memang sudah butuh dilumasi. Box motor ini mampu menampung 1 helm full face yang cukup besar, tapi pernah tak coba 2 helm half face biasa juga bisa, tergantung seri helm nya. Kalau gak pengen helm nya baret, masukin helm nya juga dipakein sarung helm. Karena kita gak tau kan apa yang terjadi di dalam box ketika kita melawati jalanan Indonesia yang luar biasa proyek politik balas budinya itu. Secara umum cukup puas dengan keputusan membeli box motor ini, secara fungsi oke, secara tampilan ketika di foto juga masih cukup oke. Lagi pengen SH47, apa box ini dijual aja ya… hahaha. Semoga bermanfaat.




You Might Also Like

0 comments