Nikon AF-S 35mm F1.8G Review

Saturday, June 18, 2016

Lensa Nikon AF-S 35 mm F1.8G DX merupakan salah satu lensa dari produsen kamera dan lensa ternama Nikon yang cukup popular di kalangan pengguna kamera DSLR Nikon DX. Lensa ini termasuk dalam jenis lensa fix, sehingga tidak bisa zoom out maupun zoom in. Jika ingin memotret, fotografer yang harus bergerak aktif untuk menentukan jarak dengan objek foto. Kode AF-S menunjukan jika lensa ini memiliki semacam motor penggerak focus di dalamnya yang berarti sudah bisa automatic focus atau auto focus. Dengan adanya motor fokus di lensa, kita bisa menikmati fitur autofokus yang lebih akurat dan cepat, serta tak perlu mengatur manual fokus seperti pada lensa AF-D. Sehingga memudahkan bagi pengguna kamera Nikon DSLR yang tidak ada motor penggerak focus di body kameranya ketika memotret dengan mode autofocus, seperti pada seri Nikon D3000 Series maupun D5000 Series.


Harga lensa Nikon ini dalam kondisi baru biasanya dijual dengan harga sekitar 2,7 juta hingga 2,9 jutaan rupiah. Dalam kondisi second, lensa ini dijual dengan harga di kisaran 1,8 juta hingga 2,4 juta rupiah, tergantung usia dan kondisi terakhir lensa sebelum di jual. Lensa ini adalah lensa untuk keluarga Nikon DX, jika digunakan untuk Nikon FX atau full frame akan terjadi vignetting. Belum terdapat fitur VR atau Vibration Reduction pada lensa ini. 

Dalam paket pembelian Nikon AF-S 35 mm F1.8 DX, kita akan mendapatkan 1 buah body lensa Nikon AFS 35 mm F1.8, 1 buah pouch lensa original Nikon, Kartu Garansi Resmi Nikon, Manual Book/Paper, rear cap, front cap, dan juga lens hood original Nikon. Kemasannya juga cukup tebal dan elegan dengan warna goldnya, jadi layak untuk disimpan dalam jangku waktu yang lama. Biar kalo mau dijual lagi, kelengkapannya masih bagus. Lensa ini menggunakan filter ukuran 52 mm. Tinggal mau dipasang filter CPL, UV, ND, atau BW sesuai kebutuhan. Waktu dipegang lensa terasa sangat ringan dan material plastiknya sangat terasa. Tidak ada metering penunjuk motor focus yang bergerak seperti pada Nikon AF-S 50mm F1.8. Jarak terdekat objek dengan lensa ketika membidik objek adalah 35 cm ketika menggunakan mode auto focus. Namun jika menggunakan manual focus bisa sampe sekitar 20 cm.     



Aku sendiri sudah menggunakan lensa ini semenjak 2 tahun yang lalu. Waktu itu beli dalam kondisi baru di salah satu toko kamera di Solo. Sebelumnya agak bingung memilih antara lensa Nikon AFS 50mm F1.8 atau Nikon AFS 35 mm F1.8. Tapi dari beberapa referensi teman yang sudah menggunakan kedua lensa ini, jika menggunakan kamera Nikon DX lebih fleksible menggunakan Nikon 35mm f1.8. Katanya lensa Nikon 50mm F1.8 jika dipasangkan pada Nikon Full frame (Nikon FX) dalam view finder jarak pandangnya akan sama dengan Nikon AF-S 35mm f1.8 yang dipasangkan pada Nikon APSC/Crop Sensor (Nikon DX). Namun tidak masalah jika memang yang dibutuhkan adalah Nikon 50mm F1.8 baik yang versi AF-D maupun AF-S. Hanya saja, objek akan lebih close up atau dekat jika dipasang pada Nikon DX dan area fokusnya lebih sempit dibandingkan Nikon AF-S 35mm F1.8




Alasanku membeli seri lensa fix ini karena ada kebutuhan lensa yang ringan untuk memotret produk & makanan, buat dibawa jalan-jalan/traveling, rekam video product review, motret orang-orang kesayangan, motret di malam hari atau di low light, pengen dapat efek bokeh, dan lensa fix yang bisa auto focus karena waktu itu masih pake kamera Nikon D3200, jadi bisa belajar pake manual dan autofocus-nya. Budgetnya juga waktu itu cuma cukup untuk beli lensa di range harga ini.hahaha. Setelah melihat berbagai referensi dan nyoba sendiri di toko kamera, akhirnya pilih lensa Nikon AF-S 35 mm F1.8 G.


Begitu udah make untuk kebutuhan-kebutuhan yang tadi aku sebutkan, ternyata sudah cukup memenuhi dengan budget segitu. Ya namanya juga pemula. Auto focus nya lumayan cepet. Ada suara khas lensa yang lagi autofocus, cuma tidak sekeras suara Nikon AF-D 50mm F1.8D ketika dipasangkan di body Nikon dengan motor focus. Efek bokehnya juga ya lumayanlah dengan harga segitu, dari pada gak ada lensa. Hasil fotonya cukup tajem, dan yang paling aku suka untuk motret malam hari, gak pake flash light udah lumayan keliatan, tinggal jaga kestabilan tangan waktu motret atau pakai tripod dah beres. 


Lensanya juga terasa ringan buat dibawa kemana-mana. Aku coba buat motret landscape juga masih oke, meski gak se-wide lensa kit maupun lensa wide lainnya. Cuma kadang sering ngeflare waktu motret malam hari dan kena lampu yang cukup banyak dan terang secara langsung. Solusinya bisa dipakein filter ND buat ngurangi flarenya. Buat para pengguna kamera DSLR Nikon pemula seperti saya dengan kebutuhan yang sama dengan yang aku sebutkan tadi, tak ada salahnya untuk mencoba lensa yang satu ini. Semoga bermanfaat.





You Might Also Like

4 comments

  1. You have shared the best Nikon camera to take the pics of long distance to capture it just like the clear way. Buy online high quality and amazing aputure light dome at affordable price.

    ReplyDelete
  2. salam kenal. adakah contoh hasil foto close up dengan lensa ini? terima kasih banyak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal kembali. Bisa cek kembali artikel ini, ada beberapa foto yang saya ambil secara close up dengan manual focus, jarak sekitar 20 cm dengan objek. Kurang dari itu sangat sulit untuk fokus pada objek. Kalo untuk close up manusia, mohon maaf gak bisa saya share karena private. terima kasih.

      Delete
  3. Nice article, Yes you are right the NIKON AF-S 35MM F1.8G is one of the best cameras. Its high-quality lenses capture good pictures. Buy high-quality Infrared camera at the lowest price.

    ReplyDelete